Selasa, 29 Juli 2014

cinta?

Cinta pasti setiap orang pernah mendengar kata itu. Ada yang bisa mendefinisikan kata itu? Bentuk apa dia, sifat kah, benda kah, atau apa? Aku sendiri masih bingung. Tapi yang aku tahu cinta itu adalah...
Allah dalam lafadz yg sering kita ucapkan sebelum melakukan suatu hal "bismillahirahmanirrohim" dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Dia mencintai semua makhluk 'pengasih' itu ditujukan untuk semua manusia bahkan yang membangkang kepadaNya, Dia mengasihi mereka, lihatlah rejeki yang Allah berika tiap saat kepada manusia tanpa pandang bulu Dia memberi semua nikmat yang takkan bisa kita hitung. Subhanallah maha suci Engkau ya Allah, aku mencintaimu. Jelas Allah lebih mengasihi dan menyayangi ummat yang taat kepada Allah dan Rasulnya.

Cinta... ketika nabi Muhammad saw suri tauladan ummat, pemimpin terbaik, pemimpin ideal yang paling bijaksana, tampan yah ketampanan beliau adalah setengah dari seluruh ketampanan yang ada di muka bumi semua jaman. Kecintaan rasul ketika dia memiliki panggilan khusus untuk istrinya. Ketika Allah pun sudah membentuk ruh rasul bahkan sebelum alam semesta ini ada. Ketika dia merelakan sakit ummatnya saat meninggal dia lah yang menanggungnya. Rasul telah mencintai ummatnya bahkan saat kita belum ada, apakah kita membalas cinta beliau?

Cinta... ketika seorang bapak bekerja pergi bahkan saat matahi belu terbit dan tiba di rumah saat matahari sudah jauh menghilang. Sang bapak rela melakukan itu semua demi istri dan anak-anaknya. Bayaran perbulannya ia berikan semua kepada keluarga hanya agar anak-anak nya bisa makan enak tanpa peduli makan apa ia selama bekerja. Cinta sang bapak yang tulus.

Cinta.. ketika seorang ibu ibu ibu tulus mencuci, memasak, menyapu dan apapun ia lakukan untuk anak-anak dan suaminya. Tak kenal lelah tak kenal letih. Ketika bangun dia sudah menjadi militan rumah tangga sampai waktu malam membuatnya kantuk. Tulus.

Cinta.. ketika seorang teman seorang sahabat dengan senang mendengarkan cerita sahabatnya bahkan ketika celotehan itu membosankan. Seorang sahabat mencintai tanpa imbalan. Mendengar hanya mengapresiasi. Ikhlas.

Cinta. Sesederhana itu kah?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar