Sabtu, 29 November 2014

Perjalanan hijrah (3)

Perjalanan hijrah (3)
Iya benar setiap saat adalah perbaikan, dua tahun yang lalu sangat tidak menyangka bisa menginjakkan kaki di bumi padjadjaran ini. Bahkan dalam list perguruan tinggi, nama unpad tak pernah terlintas. Hanya ui ugm dan itb, tapi lihat lah lagi lagi ini adalah skenario Allah. Masuk tahun pertama, sedih karena memang jurusan farmasi ini bukan passion, kenal saja tidak. Kalo orang bilang ini salah pilih jurusan aku akan berkata ini sebuah jebakan. Entahlah. Ya sudah masuk sudak dibiayai apalagi, kita tinggal menjalaninya dengan baik dapatkan ilmu raih semaksimal mungkin. Karena tekad sebelum kuliah itu ada sebuah kalimat dalam hati "intan harus berubah", dan masih belum tau arah perubahannya kemana. Entah apa yang menggerakkan hati ini dan entah siapa (yang jelas Allah) bulan pertama di nangor masih sama, keluar malem, jilbab pendek, pake jeans, dan lainnya lah. Ini lah yang aku temukan di farmasi, bersyukur karena selama mabim wajib pakai rok ya saat itu dengan terpaksa setiap hari pake rok. Melihat lingkungan farmasi yang menyejukkan hati, banyak senior-senior akhwat berjilbab panjang, sangat memperhatikan batasan aurat perempuan. Itu membuatku tergetar, ingin rasanya seperti itu dan entah kapan. Karena mama tidak pernah menyuruhku untuk seperti itu tapi yang aku ingat saat akan memasuki kuliah, mama bilang "mama mah seneng ngeliat mahasiswi pake rok jilbab panjang pake kaos kaki, terus bawa ransel gitu tan, kaya mahasiswa banget", ya dia tak pernah memaksaku tapi dari setiap perkataannya itu bagaimana aku harus peka. Beberapa minggu kemudian, aku berusaha mencoba. Ini tidak mudah, aku banyak sekali bertanya kepada orang-orang yang meamang sudah syar'i pakaiannya. Pertanyaan yang sangat aneh "kenapa sih pake jilbab paris haru double?", itu aku tanyakan ke beberapa orang seprti irma, azizah, dan teteh2 senior. Salah satu jawabannya yaitu fungsi jilbab itu untuk apa, menutupi rambut kita yang merupakan aurat kan nah percuma dong kalo itu tetap nerawang sama aja keliatan. Jleb. Aku pun banyak diberi pinjaman buku seputar hijrah ke pakaian syar'i. Saat itu aku tak langsung berubah, banyak proses setelahnya aku menceritakan semuanya ke mama, akupun diminta mama untuk istikhoroh kalo masih bingung, akhirnya suatu hari aku mencoba itu. Dan ternyata memang nyaman, merasa terlindungi. Mama juga bilang biar gak plin plan kasih semua celana jeans kamu ke orang yang butuh biar gak dipake pake lagi. Fix saat itu intan gak punya satupun celana jeans yang ngetat2 itu hehehe. Tapi setelah perubahan pakaian, sikapku belum berubah total sih masih salaman lah sama cowo taboktabokan lah keluar malem intinya masih belum menjaga interaksi. Lagi-lagi ini skenario Allah intan ke toko buku terus tertarik sama bukunya felix siaw yang judulnya yuk berjilbab. Ya disitu dijelaskan intinya seiring perubahan pakaian sikappun harus berubah. Jangan sampai kualitas tak sesuai identitas. Ya langsunglah berusaha berubah perbaikan lagi mencoba menjaga diri tak terlalu melebur tetap ada jarak dengab lawan jenis, semua interaksi dikurangi. Sampai saat ini ya itu masih dalam tahap perbaikan terus menerus karena semakin kita melakukan perbaikan semakin kita merasa masih banyak yang kuramg masih banyak yang perlu diperbaiki. Skenario Allah aku dipertemukan dengan sahabat2 yang insyaAllah selalu saling mengingatkan dalam kebaikan. Karena jalan dakwah ini terasa berat jika kita memikulnya seorang diri. Hidup ini pun bagian dari amanah dari Allah.

Ya Allah aku mencintaiMu.

sebuah maaf

Dinding putih berdiri tegak, kokoh telah menjadi saksi. 
Cicak dan debu inipun menyaksikan, tapi mereka hanya diam tak bersolusi.
Makhluk bernyawa pun selalu bingung dengan persoalan tuhan, karena status hanyalah hamba.
Satu organ yang mempengaruhi segalanya sedang merasakan yang tak pernah bisa tersurat.
Kelam, galau, benci, sepi itulah semuanya.
Kau tahu ini menyiksa, kau tahu ini keindahan yang gelap.
Bahkan masa depanpun takkan pernah ada yang tersirat, semua ada dalam satu garis.
Pancaran itu membuatku melawan kebenaran.
Hanya ini yang bisa kukatakan, maaf. Dan entahlah.


Bismillahirrahmanirrahim. 
Sabtu, 30 November 2014 
Rasanya tak sabar untuk segera menulis, mengungkapkan yang ada dalam hati, mencurahkan segala dalam pikiran berubah menjadi bentuk tulisan. Inspirasi menulis sore ini karena salah satu sahabatku membeli buku dengan judul salon kepribadian karya mba Asma nadia. Intinya sih isi bukunya tentan bagaimana menjadi seorang muslimah yang berkepribadian baik, tudak jutek, tidak nyelekit kalo bicara, tidak berPRASANGKA BURUK, dan tetap tampil bersih. kenapa yang berprasangka burukunya di capslock? Ya karena salah satu tujuan tulisan ini juga aku tunjukan untuk seseorang yang mungkin telah merasa kecewa padaku, kecewa karena apa yang telah aku lakukan, prasangka yang berkelanjutan. Semoga engkau membaca semua yang aku tulis dan sungguh ini bentuk maaf untuk kesekian kalinya.
Prasangka atau tuduhan yang belum pasti adalah suatu rasa dalam hati kita yang memang belum jelas kepastiannya, kita hanya menerawang apa yang terjadi, memgaitkan segala hal yang berhubungan sehingga kita menyimpulkan suatu permasalahan. Itu yang aku alami dua minggu lalu, karena prasangka buruk memang datang dari syeitan dan syeitan selalu menghasut dengan berbagai cara sampai mata hati ini dibutakan. Prasangka buruk terhadap seseorang sampai syeitan berhasil menyisipkan kebencian dalam hatiku saat itu (astagfirullah). Bahkan seorang sahabatku irma bilang "intan astagfirullah jangan sampai ini dibutakan oleh syeitan, kamu bilang prasangka kamu 70% ke arah benar, tapi siapa yang tau 30% sisanya itu apa, tenangin dulu hati dan pikiran ntan". Sampai pada saat nya pembuktian karena pembuktian hanya bisa dengan kita bertanya langsung kepada orang yang bersangkutan tidak dengan 'katanya' orang lain. Akhirnya masalah pun semakin menunjukan titik terang banyak saksi banyak yang berusaha menjelaskan. Ada quotes dari seorang teman "karena indahnya pelangi datang setelah turunnya hujan" ya mungkin inilah bagian indahnya semua semakin jelas bahwa prasangka aku salah. Dan memang salah. Setelah semua jelas ada rasa yang lain di dalam hati ini, yaitu rasa bersalah.
Kenapa bisa hati ini merasakan itu? Karena saat saat indah permasalahan semakin jelas terpancar wajah kekecewaan yang tersirat dalam wajahnya, akupun sudah tau kekecewaan tersebut pasti tertuju padaku. Padaku yang telah berprasangka, seandainya situasi berbalik akupun pasti merasa kecewa, karena merasa tidak percaya lagi.
Ini lah tujuan ku menulis hari ini karena aku sudah menyampaikan maaf beberapa kali, lewat sms bahkan secara langsung. Dan jawaban dia selalu "aku juga minta maaf". Mungkin kecewa itu masih ada tapi sekali lagi aku benar benar minta maaf, karena akupun bingung bagaimana caranya supaya ini selesai, ini terlupakan. Allah lah yang bisa membolak balikan hati manusia. Aku tawakal padaMu yaAllah. Untuk siapapun ini aku ikhlas meminta maaf. Aku sadar pribadi ini masih jauh dari sempurna, karena setiap paginya terbangun aku berjanji akan selalu melakukan perbaikan. Mungkin bisikan-bisikan halus syeitan selalu terdengar, tapi aku punya Allah. Dia lah yang tau segala isi hati manusia.

Harapan terbesarku adalah aku bisa berteman seperti biasanya denganmu layaknya orang lain kepadamu. Jika harapan itu terlalu tinggi simpanlah maafmu untukku suatu saat nanti meski kau tak tau itu kapan.

Alhamdulillah. Terimakasih 😊

Senin, 03 November 2014

just thinking

Tanpa terlihat, pemikiran orang hebat bisa jadi tak bisa apapun, menerka tau segala hal, mampu membaca karakter suatu aspek. Tidak semua seperti itu bisa kita balik permasalahannya, orang awam berpikiran hebat, ini redaksional yang berbeda jauh ketika terdapat kolerasi dengan makna. Manusia yang tak tau apapun bisa menjadi-jadi dengan segala hal pemikirannya. Emosional menguasai, pikiran sebuah minoritas, tak pandang integritas. Mungkin tulisan ini akan membingungkan, karena ini tersirat bukan tersuran seperti mereka, mereka yang punya pikiran. Manusia selalu yakun dengan apa yang ada di benaknya, tanpa tahu itu adalah kosong, hanya fatamorgana. Coba dicermati seriap kata yang terlihat. Tidak mudah membaca isi memerah dalam darah, kotor itu semua ternodai. Coba tentang masalah, apasih arti masalah itu sendiri. Tidak mudah menyimpulkan. Apakah anak tka sudah bisa menyimpan rahasia, mereka polos? Polos itu tak berwarna, kosong, blank. Mbingungkan membahas tentang suatu hal yang tidak pasti. Terguncang dalam hidup, anak kecil itu terlalu banyak yang dipendam, terlalu tinggi rasa penasarannya. Sekali lagi coba ditanggapi setiap kata yang tertulis. Perpustakkan yang bulat terdapat meja baca gelap diujungnya. Menangis. Nah setiap kata mengandung makna. Kita berdiri diatas jam yang berdetak tunjuklah arah utara, ditandai dengan nominalnya. Terlalu banyak obat yang diperlukan untuk ini. Apakah rahasia pernah dirahasiakan oleh siapa? Mengertilah setiap tanda. Dibawah matahari terikpun bisa menangis. Dipersimpangan jalan yang tak bercabang. Rasa malu muncul ke segala arah. Pastikan hati siap mendengar. Pastikan telinga siap merasa, pastikan mulut tak kan penah menyakiti hati.

fun


Share cerita lucu.....
Npm 2-10
Cerita terjadi di lab farmakognosi
Aslab : jadi curvenya tiap minggu ganti, berarti minggu ini npm awal ya sekarang.
Intan : ayo ayo curve sampe npm 10 *teriak
Hasna : iya bener sok npm 2-10 curve *dia npm 1*
Sekelas diem, mencerna omongan hasna. Krik krik krik.....

Rohani jalan
Judulnya serem kan ya??
Terjadi ketika sedang liqo, sesi kabar-kabar
.......
Laras : rujak yaaa. R. Rohani yaa gitu. Alhamdulillah rohaninya jalan.
Semua : astagfirullah serem banget jasadnya disini roh nya jalan. *Ngakak*