Tanpa terlihat, pemikiran orang hebat bisa jadi tak bisa apapun, menerka tau segala hal, mampu membaca karakter suatu aspek. Tidak semua seperti itu bisa kita balik permasalahannya, orang awam berpikiran hebat, ini redaksional yang berbeda jauh ketika terdapat kolerasi dengan makna. Manusia yang tak tau apapun bisa menjadi-jadi dengan segala hal pemikirannya. Emosional menguasai, pikiran sebuah minoritas, tak pandang integritas. Mungkin tulisan ini akan membingungkan, karena ini tersirat bukan tersuran seperti mereka, mereka yang punya pikiran. Manusia selalu yakun dengan apa yang ada di benaknya, tanpa tahu itu adalah kosong, hanya fatamorgana. Coba dicermati seriap kata yang terlihat. Tidak mudah membaca isi memerah dalam darah, kotor itu semua ternodai. Coba tentang masalah, apasih arti masalah itu sendiri. Tidak mudah menyimpulkan. Apakah anak tka sudah bisa menyimpan rahasia, mereka polos? Polos itu tak berwarna, kosong, blank. Mbingungkan membahas tentang suatu hal yang tidak pasti. Terguncang dalam hidup, anak kecil itu terlalu banyak yang dipendam, terlalu tinggi rasa penasarannya. Sekali lagi coba ditanggapi setiap kata yang tertulis. Perpustakkan yang bulat terdapat meja baca gelap diujungnya. Menangis. Nah setiap kata mengandung makna. Kita berdiri diatas jam yang berdetak tunjuklah arah utara, ditandai dengan nominalnya. Terlalu banyak obat yang diperlukan untuk ini. Apakah rahasia pernah dirahasiakan oleh siapa? Mengertilah setiap tanda. Dibawah matahari terikpun bisa menangis. Dipersimpangan jalan yang tak bercabang. Rasa malu muncul ke segala arah. Pastikan hati siap mendengar. Pastikan telinga siap merasa, pastikan mulut tak kan penah menyakiti hati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar