Selasa, 01 April 2014

Allah dulu, Allah lagi, Allah terus

Mungkin bagi sebagian orang ini cukup aneh. Ada rasa ketertarikan di hati saa, ketertarikan untuk mencari lebih dalam lagi, lebih luas lagi, karena saya ingin mengenal. Yap, semua orang tau dan memiliki perasaan. Ini lah yang saya rasakan saya merasa cinta terhadap Allah, hati saya berdebar jika namaNya disebut. Entah kenapa motivasi saya selama ini adalah karena Dia. Ada yang pernah berkata janganlah kau gantungkan motivasi mu terhadapa seseorang karena jika seseorang itu telah tiada, motivasimu akan ikut tiada. Nah, disini poinnya Allah itu maha kekal jika semua urusan kita berorientasi pada Allah tak kan pernah hilang motivasi kita. Semoga Allah selalu menjaga ke istiqomahan saya :). 
Jujur selama saya hidup 19 tahun saya belum pernah pacaran, sebelum saya hijrah pun saya gak mau pacaran, disaat teman saya berpacaran. Saya selalu berpikir untuk apa, apasih arti pacaran itu sendiri. Gak ngerti sampai sekarang. Haha. Apalagi setelah saya tahu bahwa pacaran itu tidak ada dalam islam. Tapi saya kadang ada perasaan sakit hati ketika orientasi kita suami adalah pacar pertama dan terakhir saya menjaga semuanya demi suami saya kelak, bahkan untuk tidak pacaran sekalipun. Tiba tiba saya bukan seseorang yang pertama untuk dia, walaupun saya adalah orang terakhir untuk dia. kembali lagi kepada Allah, yang tahu segalany, yang maha adil. Karena saya selalu ingin mencintai Allah adalah prioritas. Point nya adalah Allah dulu, Allah lagi, Allah terus. :)