Allahuma laa sahla illaa maa ja'altahu sahla. Wa anta taj'alul hazana idzaa syi'ta sahlaa.
Selasa, 05 Agustus 2014
Jumat, 01 Agustus 2014
sepuluh pemburu
Kisah klasik. Sayembara. Seorang raja mempunyai seorang putei cantik yang umurnya sudah cukup untuk menikah, dia mengumumkan ke seluruh penjuru negri. Barang siapa yang mampu menangkap seekor rusa yang memiliki tanduk yang cantik dapat menikahi putrinya. Masalahnya rusa yang bertanduk cantik hanya ada di dalam hutan terlarang, hutan terlarang semua orang bahkan takut dengan hutan itu ditambah rumor mengerikan tentang hutan itu. Itu adalah sebuah tantangan berat bagi pemuda kaya, pangeran, ataupun pemuda miskin biasa yang ingin menikahi putri cantik sang raja.
Hari besar pun tiba, hari berlangsungnya sayembara. Tak terhalangi oleh hutan terlarang yang menakutkan sepuluh pemuda dari berbagai kalangan siap memburu rusa tersebut. Sang raja pun meniup peluit tanda sayembara dimulai. Ke sepuluh pemuda berangkat dengan kuda tunggangannya menuju hutan terlarang. Dari namanya saja sudah terlarang, tak pernah disangka rumor itu benar ada, di hutan itu terdapat beruang besar yang buas, singa yang selalu kelaparan, ular yang memiliki racun mematikan, bahkan makhluk seram penunggu hutan terlarang itu. Belum sempat melihat sang rusa, satu pemuda sudah mati terpelosok jurang, dua pemuda dimakan singa yang lapar, dua pemuda hanyut ke dalam sungau yang deras, satu pemuda terkena racun ular mematikan, dan satu diterkam sang beruang besar. Dan ada dua orang pemuda yang sama kuat dia mampu melewatu rintangan menakutkan, sampai mereka melihat rusa itu, rusa bertanduk indah, bertanduk tajam, larinya pun dua kali lipat dari lari kuda yang mereka tunggangi. Tapi dengan kesungguhan mereka ingin menikahi sang putri. Kedua pemuda itu berhasil memanah rusa tersebut. Dua rusa bertanduk indah berhasil diburu.
Dari kesepuluh pemuda semua mempunyai keahlian dan kelebihan masing-masing. Anehnya ada satu orang pemuda yang hanya menunggu di gerbang hutan terlarang, sejak pertama kali pergi dari istana dia pergi hanya sampai gerbang hutannya saja tanpa masuk dan mengetahui ketakutan didalamnya. Aneh. Apa dia pikir rusa akan mendatanginya? Tapi keahlian yang dia gunakan adalah otak yang licik. Ia menunggu di gerbang hutan, dan melihat dua pemuda membawa rusa yang telah mati. Ia mebunuh kedua pemuda itu. Ia membawa rusa bertanduk indah itu ke istana, ia menunjukan hasil kelicikan nya kepada penduduk negri. Semua orang terpana karena mengira pemuda itu dapat memburu bukan hanya seekor rusa tapi dua sekaligus. Pemuda itu disambut dengan sorak tepuk tangan, sang putri terpesona, dan sang raja pun mengijinkan pemuda itu menikahi putrinya. Mereka hidup bahagia tapi diawali kebohongan.
Misteri dibalik cerita, siapa yang tahu kalo pemuda itu curang, kalaupun tak ada yang tahu, mengapa bisa beredar cerita seperti ini. Bisa saja pemuda itu memang hebat. Tak pernah disangka. Ternyata ada seorang pemuda yang tak ikut mencalonkan diri untuk mengikuti sayembara. Dia adalah pemuda kesebelas. Ia mengetahui semua kelicikan dari pemuda yang memenangkan sayembara.
Ikuti kisah pemuda kesebelas :)
intan. doa.
Akankah diri ini sehebat nama yang terdengar jika orang memanggilku. Intan.
Kau tahu sepotong intan terbaik dihasilkan dari dua hal. Suhu dan tekanan tinggi di perut bumi. Semakin tinggi suhu yang diterimanaya, semakin tinggi tekanan yang diperolehnya. Jika dia bisa bertahan, tidak hancur, dia justru berubah menjadi intan yang berkilau tiada tara. Keras, tak ada satu material pun yang bisa mengalahkannya. Kokoh. Mahal harganya. Indah.
Sama halnya dengan hidup, seluruh kejadian menyakitkan yang kita alamu, semakin dalam dan menyedihkam rasanya, jika kita bisa bertahan, tidak hancur, kuat. Kokoh, seperti jalan hidup sebuah Intan.
Nama adalah doa. Semoga namaku adalah doa. Tak pernah menyerah dan tetap kuat.
Langganan:
Postingan (Atom)