“kata-kata
memiliki kekuatan menghancurkan juga menyembuhkan. Jika kata itu baik dan benar
maka itu akan mengubah dunia” kutipan salah seorang penulis di buku Chicken Soup for the Soul, Buddha. Seperti
yang ditulis dalam kutipan tersebut, membaca suatu karya dalam bentuk tulisan
seperti pusi, novel, dan cerpen bisa memberikan efek kepada kita sebagai
pembaca baik memberi efek positif maupun efek negatif. Puisi, novel, cerpen
atau apapun karya bentuk tulisan merupakan karya sastra. Hal ini berarti bahwa
sastra dapat mempengaruhi moral umat manusia teutama pembacanya.
Bentuk
sastra tidak hanya puisi, novel, dan
cerpen, hikayat yang sering kita temukan dalam soal bahasa indonesia adalah
salah satu karya sastra yang bayak sekali menyimpan nilai moral bagi kita.
Walaupun diksi yang digunakan dalam hikayat tidak biasa kita dengar dalam
kehidupan sehari-hari dan sering terdapat kemustahilan didalamnya, banyak
sekali hal yang tersirat dalam suatu hikayat. Secara tidak langsung ketika kita
dapat mengerti suatu hikayat ada ajaran moral yang tertanam dalam diri kita. Contohnya
ada suatu kutipan hikayat yang berisi tentang seorang raja yang ingin menyuap
hakim istana agar menutup kejahatannya walaupun seorang raja yang memintanya
hakim tersebut tetap menolaknya. Karena itu melanggar aturan yang berlaku di
kerajaanya tersebut. Sikap hakim tersebut patut dicontoh karena ia bersikap
sesuai dengan gelarnya yaitu sebagai penegak keadilan. Dilihat dikehidupan yang
nyata jarang sekali ada hakim yang menjunjung keadilan. Sekali lagi, hal ini
menunjukan sastra sebagai salah satu ajaran moral bagi umat manusia.
Contoh
lain yaitu Gurindam 12 karya Raja Ali Haji yang berisi 12 pasal dan setiap
pasal berisi nasihat dengan tema yang berbeda. Gurindam tersebut sangat jelas
mempaparkan nasihat untuk mengubah moral umat manusia menjadi lebih baik.
Novel-novel karya Andrea Hirata, Tere-Liye, Oki Setiana Dewi dan masih banyak
lagi penulis di Indonesia yang novelnya memberikan inspirasi sekaligus mengubah
pikiran kita. Selain itu, Puisi karya Chairil Anwar, Sapardi Joko Damono,
Taufik Ismail dan yang lainnya, kata-kata yang mereka dituangkan dalam bentuk
puisi pastilah memiliki tujuan bagi pembacanya kita tidak tahu pasti makna apa
yang tersirat dalam puisi-puisi mereka karena itu merupakan penilaian subjektif
tergantung kita sebagai pembaca menyimpulkan kata-kata dalam karya tersebut.
Kembali lagi kepada kutipan di awal, kata-kata memiliki kekuatan tersendiri
positif maupun negatif.
Sastra
sebagai ajaran moral bagi umat manusia dapat memperbaiki maupun menghancurkan
moral umat manusia. Kita telah membicarakan karya sastra dapat memperbaiki
moral umat manusia. Bagaimana jika sastra dapat menghancurkan moral umat
manusia? Sastra seperti apa? Apakah penulisnya sengaja membuat karya sastra
yang merusak moral?
Ketika
study tour pelajaran bahasa indonesia
ke taman ismail marzuki, saya bersama teman-teman satu angkatan menghadiri
acara untuk mengenang para penyair indonesia yang telah meninggal. Acara tersebut
berisi sambutan, pembacaan puisi, dan makan bersama di akhir acara semua tamu
yang datang diberi buku berjudul Atas
Nama Cinta berisi puisi-puisi karya Denny Ja. Dalam buku itu banyak sekali
penggalan-penggalan ayat suci Alquran tetapi setelah dianalisis puisi-puisi
tersebut sangat menyimpang dari ajaran agama islam. Salah satu cerita dari
puisi tersebut tentang seorang TKI Arab yang dihamili oleh majikannya tapi
penulisnya membuat seolah-olah itu tidak melanggar ajaran agama, Denny Ja
berargumen bahwa nabi Muhammad pernah menikahi seorang budak dikuatkan oleh
penggalan ayat Alquran. Denny Ja adalah salah satu anggota JIL (Jaringan Islam
Liberal), kelompok tersebut sering memotong ayat Alquran dan mengartikannya
sesuai kehendak mereka.
Itulah
alasannya kita harus hati-hati dalam membaca suatu karya. Pada zaman nabi yang
banyak orang memperlakukan budak sebagai barang yang boleh diperlakukan sesuka
hati, hal tersebut ingin dihapuskan oleh nabi salah satu caranya yaitu dengan
menikahi budak yang ia beli. Itu menunjukan bahwa budak patut dihargai. Dihubungkan
dengan kehidupan sekarang itu tidak sepadan karena sekarang setiap manusia
memiliki hak kebebasan.
Selain
Denny Ja, menurut kebanyakan orang Dewi Lestari atau Dee adalah salah satu
sastawan yang bisa mengubah pemikiran kita. Contohnya dalam novel Perahu Kertas yaitu Kugy yang sering
menyebut-nyebut dewa neptunus, hal tersebut secara tidak langsung membuat
pembacanya percaya tentang dewa neptunus. Bukunya yang lain adalah Filosopi Kopi dan Rektoverso yang menurut orang banyak makna tersirat yang mengubah
moral kita.
Apalagi
banyak sekali produksi film yang mengeluarkan berbagai film yang menyimpang
dari dari aturan. Film yang berunsur pornografi sudah jelas dapat merusak moral
uamt manusia terutama remaja. The Da
Vinci Kode adalah film yang merusak kepercayaan kita kepada tuhan. Walaupun
film-film tesebut berhasil lulus sensor kita tetap harus waspada.
Jadi
moral umat manusia tidak hanya dipengaruhi oleh lingkungan, keluarga, dan
pergaulan. Tanpa kita sadari sastra dapat mempengaruhi moral umat manusia. Bagus
jika itu menjadi inspirasi kita, tapi berhati-hatilah jika itu hanya dapat
merusak moral kita.