Sabtu, 07 Juni 2014

Rangkaian Kata Mengubah Moral

“kata-kata memiliki kekuatan menghancurkan juga menyembuhkan. Jika kata itu baik dan benar maka itu akan mengubah dunia” kutipan salah seorang penulis di buku Chicken Soup for the Soul, Buddha. Seperti yang ditulis dalam kutipan tersebut, membaca suatu karya dalam bentuk tulisan seperti pusi, novel, dan cerpen bisa memberikan efek kepada kita sebagai pembaca baik memberi efek positif maupun efek negatif. Puisi, novel, cerpen atau apapun karya bentuk tulisan merupakan karya sastra. Hal ini berarti bahwa sastra dapat mempengaruhi moral umat manusia teutama pembacanya.
Bentuk sastra tidak hanya puisi, novel,  dan cerpen, hikayat yang sering kita temukan dalam soal bahasa indonesia adalah salah satu karya sastra yang bayak sekali menyimpan nilai moral bagi kita. Walaupun diksi yang digunakan dalam hikayat tidak biasa kita dengar dalam kehidupan sehari-hari dan sering terdapat kemustahilan didalamnya, banyak sekali hal yang tersirat dalam suatu hikayat. Secara tidak langsung ketika kita dapat mengerti suatu hikayat ada ajaran moral yang tertanam dalam diri kita. Contohnya ada suatu kutipan hikayat yang berisi tentang seorang raja yang ingin menyuap hakim istana agar menutup kejahatannya walaupun seorang raja yang memintanya hakim tersebut tetap menolaknya. Karena itu melanggar aturan yang berlaku di kerajaanya tersebut. Sikap hakim tersebut patut dicontoh karena ia bersikap sesuai dengan gelarnya yaitu sebagai penegak keadilan. Dilihat dikehidupan yang nyata jarang sekali ada hakim yang menjunjung keadilan. Sekali lagi, hal ini menunjukan sastra sebagai salah satu ajaran moral bagi umat manusia.
Contoh lain yaitu Gurindam 12 karya Raja Ali Haji yang berisi 12 pasal dan setiap pasal berisi nasihat dengan tema yang berbeda. Gurindam tersebut sangat jelas mempaparkan nasihat untuk mengubah moral umat manusia menjadi lebih baik. Novel-novel karya Andrea Hirata, Tere-Liye, Oki Setiana Dewi dan masih banyak lagi penulis di Indonesia yang novelnya memberikan inspirasi sekaligus mengubah pikiran kita. Selain itu, Puisi karya Chairil Anwar, Sapardi Joko Damono, Taufik Ismail dan yang lainnya, kata-kata yang mereka dituangkan dalam bentuk puisi pastilah memiliki tujuan bagi pembacanya kita tidak tahu pasti makna apa yang tersirat dalam puisi-puisi mereka karena itu merupakan penilaian subjektif tergantung kita sebagai pembaca menyimpulkan kata-kata dalam karya tersebut. Kembali lagi kepada kutipan di awal, kata-kata memiliki kekuatan tersendiri positif maupun negatif.
Sastra sebagai ajaran moral bagi umat manusia dapat memperbaiki maupun menghancurkan moral umat manusia. Kita telah membicarakan karya sastra dapat memperbaiki moral umat manusia. Bagaimana jika sastra dapat menghancurkan moral umat manusia? Sastra seperti apa? Apakah penulisnya sengaja membuat karya sastra yang merusak moral?
Ketika study tour pelajaran bahasa indonesia ke taman ismail marzuki, saya bersama teman-teman satu angkatan menghadiri acara untuk mengenang para penyair indonesia yang telah meninggal. Acara tersebut berisi sambutan, pembacaan puisi, dan makan bersama di akhir acara semua tamu yang datang diberi buku berjudul Atas Nama Cinta berisi puisi-puisi karya Denny Ja. Dalam buku itu banyak sekali penggalan-penggalan ayat suci Alquran tetapi setelah dianalisis puisi-puisi tersebut sangat menyimpang dari ajaran agama islam. Salah satu cerita dari puisi tersebut tentang seorang TKI Arab yang dihamili oleh majikannya tapi penulisnya membuat seolah-olah itu tidak melanggar ajaran agama, Denny Ja berargumen bahwa nabi Muhammad pernah menikahi seorang budak dikuatkan oleh penggalan ayat Alquran. Denny Ja adalah salah satu anggota JIL (Jaringan Islam Liberal), kelompok tersebut sering memotong ayat Alquran dan mengartikannya sesuai kehendak mereka.
Itulah alasannya kita harus hati-hati dalam membaca suatu karya. Pada zaman nabi yang banyak orang memperlakukan budak sebagai barang yang boleh diperlakukan sesuka hati, hal tersebut ingin dihapuskan oleh nabi salah satu caranya yaitu dengan menikahi budak yang ia beli. Itu menunjukan bahwa budak patut dihargai. Dihubungkan dengan kehidupan sekarang itu tidak sepadan karena sekarang setiap manusia memiliki hak kebebasan.
Selain Denny Ja, menurut kebanyakan orang Dewi Lestari atau Dee adalah salah satu sastawan yang bisa mengubah pemikiran kita. Contohnya dalam novel Perahu Kertas yaitu Kugy yang sering menyebut-nyebut dewa neptunus, hal tersebut secara tidak langsung membuat pembacanya percaya tentang dewa neptunus. Bukunya yang lain adalah Filosopi Kopi dan Rektoverso yang menurut orang banyak makna tersirat yang mengubah moral kita.
Apalagi banyak sekali produksi film yang mengeluarkan berbagai film yang menyimpang dari dari aturan. Film yang berunsur pornografi sudah jelas dapat merusak moral uamt manusia terutama remaja. The Da Vinci Kode adalah film yang merusak kepercayaan kita kepada tuhan. Walaupun film-film tesebut berhasil lulus sensor kita tetap harus waspada.
Jadi moral umat manusia tidak hanya dipengaruhi oleh lingkungan, keluarga, dan pergaulan. Tanpa kita sadari sastra dapat mempengaruhi moral umat manusia. Bagus jika itu menjadi inspirasi kita, tapi berhati-hatilah jika itu hanya dapat merusak moral kita.













Tidak ada komentar:

Posting Komentar