Sabtu, 29 November 2014

sebuah maaf

Dinding putih berdiri tegak, kokoh telah menjadi saksi. 
Cicak dan debu inipun menyaksikan, tapi mereka hanya diam tak bersolusi.
Makhluk bernyawa pun selalu bingung dengan persoalan tuhan, karena status hanyalah hamba.
Satu organ yang mempengaruhi segalanya sedang merasakan yang tak pernah bisa tersurat.
Kelam, galau, benci, sepi itulah semuanya.
Kau tahu ini menyiksa, kau tahu ini keindahan yang gelap.
Bahkan masa depanpun takkan pernah ada yang tersirat, semua ada dalam satu garis.
Pancaran itu membuatku melawan kebenaran.
Hanya ini yang bisa kukatakan, maaf. Dan entahlah.


Bismillahirrahmanirrahim. 
Sabtu, 30 November 2014 
Rasanya tak sabar untuk segera menulis, mengungkapkan yang ada dalam hati, mencurahkan segala dalam pikiran berubah menjadi bentuk tulisan. Inspirasi menulis sore ini karena salah satu sahabatku membeli buku dengan judul salon kepribadian karya mba Asma nadia. Intinya sih isi bukunya tentan bagaimana menjadi seorang muslimah yang berkepribadian baik, tudak jutek, tidak nyelekit kalo bicara, tidak berPRASANGKA BURUK, dan tetap tampil bersih. kenapa yang berprasangka burukunya di capslock? Ya karena salah satu tujuan tulisan ini juga aku tunjukan untuk seseorang yang mungkin telah merasa kecewa padaku, kecewa karena apa yang telah aku lakukan, prasangka yang berkelanjutan. Semoga engkau membaca semua yang aku tulis dan sungguh ini bentuk maaf untuk kesekian kalinya.
Prasangka atau tuduhan yang belum pasti adalah suatu rasa dalam hati kita yang memang belum jelas kepastiannya, kita hanya menerawang apa yang terjadi, memgaitkan segala hal yang berhubungan sehingga kita menyimpulkan suatu permasalahan. Itu yang aku alami dua minggu lalu, karena prasangka buruk memang datang dari syeitan dan syeitan selalu menghasut dengan berbagai cara sampai mata hati ini dibutakan. Prasangka buruk terhadap seseorang sampai syeitan berhasil menyisipkan kebencian dalam hatiku saat itu (astagfirullah). Bahkan seorang sahabatku irma bilang "intan astagfirullah jangan sampai ini dibutakan oleh syeitan, kamu bilang prasangka kamu 70% ke arah benar, tapi siapa yang tau 30% sisanya itu apa, tenangin dulu hati dan pikiran ntan". Sampai pada saat nya pembuktian karena pembuktian hanya bisa dengan kita bertanya langsung kepada orang yang bersangkutan tidak dengan 'katanya' orang lain. Akhirnya masalah pun semakin menunjukan titik terang banyak saksi banyak yang berusaha menjelaskan. Ada quotes dari seorang teman "karena indahnya pelangi datang setelah turunnya hujan" ya mungkin inilah bagian indahnya semua semakin jelas bahwa prasangka aku salah. Dan memang salah. Setelah semua jelas ada rasa yang lain di dalam hati ini, yaitu rasa bersalah.
Kenapa bisa hati ini merasakan itu? Karena saat saat indah permasalahan semakin jelas terpancar wajah kekecewaan yang tersirat dalam wajahnya, akupun sudah tau kekecewaan tersebut pasti tertuju padaku. Padaku yang telah berprasangka, seandainya situasi berbalik akupun pasti merasa kecewa, karena merasa tidak percaya lagi.
Ini lah tujuan ku menulis hari ini karena aku sudah menyampaikan maaf beberapa kali, lewat sms bahkan secara langsung. Dan jawaban dia selalu "aku juga minta maaf". Mungkin kecewa itu masih ada tapi sekali lagi aku benar benar minta maaf, karena akupun bingung bagaimana caranya supaya ini selesai, ini terlupakan. Allah lah yang bisa membolak balikan hati manusia. Aku tawakal padaMu yaAllah. Untuk siapapun ini aku ikhlas meminta maaf. Aku sadar pribadi ini masih jauh dari sempurna, karena setiap paginya terbangun aku berjanji akan selalu melakukan perbaikan. Mungkin bisikan-bisikan halus syeitan selalu terdengar, tapi aku punya Allah. Dia lah yang tau segala isi hati manusia.

Harapan terbesarku adalah aku bisa berteman seperti biasanya denganmu layaknya orang lain kepadamu. Jika harapan itu terlalu tinggi simpanlah maafmu untukku suatu saat nanti meski kau tak tau itu kapan.

Alhamdulillah. Terimakasih 😊

Tidak ada komentar:

Posting Komentar