Jumat, 15 Mei 2015

Mahasiswa dan Demonstrasi, Haruskah?

wahai kalian yang rindu kemenangan, wahai kalian yang turun ke jalan. Demi mempersembahkan jiwa dan raga untuk negeri tercita”
            Itulah sepenggal lirik yang wajib dinyanyikan oleh mahasiswa ketika turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasinya. masih terkenang dalam ingatan kerusuhan 1998 walaupun tidak mengalami secara langsung. Terdapat banyak versi sejarah tentang penyebab kerusuhan tersebut. Namun satu hal yang dapat dipercaya bahwa rakyat Indonesia kala itu menginginkan adanya reformasi politik berupa demokrasi.
            Mungkin sejak saat itu pergerakan mahasiswa mulai memanas dan gerakan mahasiswa selalu identik dengan demonstrasi. Mahasiswa di masa itu yang menggerakan gerakan massa yang massive ke gedung DPR-RI. Setelah reformasi pun, mahasiswa masih menjadi massa paling reaktif dalam menanggapi isu-isu sosial politik, mengkiritisi kebijakan pemerintah, dan cara yang paling populer digunakan saat itu adalah dengan demonstrasi. Tidak heran jika jumlah demonstrasi meningkat tajam mengingat 32 tahun hidup dalam pemerintahan legaliter membuat rakyat Indonesia kehilangan hak menyampaikan pendapat dan berekspresi.
            Pergerakan mahasiswa sebenarnya tidak hanya dengan demonstrasi. Saat ini terdapat anomali baru dalam pola pergerakan mahasiswa. Bukan lagi sebuah gerakan turun ke jalan walaupun masih ada, namun gerakan sukarela, dimulai dari kesadaran untuk melakukan hal yang benar, menjunjung tinggi moralitas. Selain demonstrasi gerakan mahasiswa saat ini cenderung kepada gerakan sosial seperti pengabdian, pencerdasan, ataupun pengobatan gratis. Gerakan sosial adalah gerakan yang bersifat kolektif, terorganisir, sukarela, bertujuan untuk menegur pembuat kebijakan dengan maksud mengubah keyakinan atau pandangan terhadap isu tertentu dan mengajak orang-orang sekitar untuk melakukan hal yang sama. Ketertarikan anak-anak muda untuk mengubah pola pikir mereka terhadap sebuah isu tertentu ini berbanding lurus dengan semakin banyaknya gerakan mahasiswa yang berbasis sosial hari-hari ini.
            Intinya pergerakan mahasiswa itu tergantung situasi dan kondisi yang terjadi dan harus tahu cara menanggapi isu yang terjadi, boleh jadi dengan demonstrasi  maupun gerakan amal. Konsep itu terjadi di masa lalu, masa sekarang, maupun diterapkan di masa mendatang.


Intan Merita
Farmasi Unpad 2013

            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar